Suatu malam, disibukkan dengan persiapan perlombaan di dua event. Adapun persiapannya cukup banyak serta membutuhkan waktu yang sangat lama. Walaupun sudah disiapkan dari pagi hari ternyata belum selesai hingga larut malam.
Pada akhirnya, setelah persiapan selesai dilanjutkan mengantarkan para peserta menuju event tersebut. Nah, tak disangka-sangka sepulang dari tempat event tersebut ternyata sudah larut malam kurang lebih pukul sebelas malam.
Akhirnya saya kebingungan dan mencari cara untuk kembali ketempat boarding school saya. Waktu itu saya bersama dengan adik kelas. Hanya terdiam disamping ruangan yang sangat gelap. Mencari acara agar dapat kembali tanpa ketahuan pengurus boarding school. Ketepatan di depan pintu masuk sedang ada tamu yang mau berpamitan pulang.
Karena, takut disangka yang tidak - tidak akhirnya kami memutuskan mencari tangga dari bambu yang sudah usang dan agak reot. Kami pun memberanikan diri mengambi tangga tersebut dan di pasangkan di tembok selatan asrama Waktu itu kondisi lantai dua masih belum di bangun kamar-kamar. Tapi masih sebuah lantai yang luas. Nah, akhirnya akhirnya kami naik satu persatu. Tiba giliran saya naik, hati ini rasanya "dag dig dug" antara takut ketahuan dan takut kena hukuman. Akhirnya bismillah, saya siap menerima konsekuensi apapun. Setibanya di lantai atas kami seperti biasa jalan. Saat mau turun di tangga ternyata masih ada kawan saya yang belum tidur dan bertanya dari mana?. Rasanya cukup mencengangkan, antara bingung mau menjawab seperti apa.
Lalu," saya bilang kalau habis belajar". Untungnya dia percaya. Semalam itu rasanya di hantui dengan rasa bersalah, takut, deg deg an campur jadi satu. Setelah terlelap semalaman akhirnya bangunlah di pagi hari, saya pun bergegas keluar asrama dan memindah tangga yang sudah ku pakai semalaman.
Jadi, pembaca dibalik cerita baik-baiknya, ternyata ada juga cerita nekat. Tapi, cerita nekat ini dilandasi berdasarkan situasi dan kondisi. Berkat tangga dari bambu yang sudah reot, usang ternyata ia menjadi penyelamat untuk kembali ke boarding school. (Laila/Ela/Tulungagung)
Pengalaman yang menarik
BalasHapus